Driehausforohio

Laman Informasi Dunia Music

Beranda » 3 Fakta Yang Menarik Tentang Alat Musik Sasando

3 Fakta Yang Menarik Tentang Alat Musik Sasando

Nyatanya, kuliner yang menggulung lidah dan alamnya yang indah tidak cukup untuk menggambarkan Indonesia. Belum lagi berbagai alat musik yang unik, salah satunya adalah sasando. Simak beberapa fakta menarik tentang alat musik ini. Bagi yang belum tahu, alat musik sasando merupakan salah satu alat musik tradisional Indonesia. Pulau Merah, Nusa Tenggara Timur. Kepopuleran alat musik ini bahkan  membuat kagum wisatawan mancanegara. Sepintas, banyak yang kesulitan membedakan alat musik ini. Faktanya, mereka semua adalah alat musik yang berbeda.

Sejarah Singkat                                                                        

Berbicara tentang cerita, konon ada beberapa versi cerita yang membuat Sasando menjadi terkenal seperti sekarang ini, salah satu cerita yang paling terkenal hingga saat ini adalah kisah cinta seorang pemuda dengan putri Raja Sangguana, seorang pemuda. Pria yang tumbuh besar itu terdampar di pulau Ndana dan kemudian jatuh cinta dengan wajah cantik putri raja. Mengetahui bahwa pemuda itu jatuh cinta pada putrinya, raja membuat satu syarat. Sangguana perlu membangun alat musik yang berbeda dari yang lain, Alias ​​waktu itu belum ada.Suatu malam, Sangguana bermimpi sedang memainkan alat musik yang bentuknya sangat indah dan suaranya juga merdu. Mimpi ini mengilhami Sangguana untuk membangun sebuah alat musik, yang kemudian diberikannya kepada raja. dengan sanguana. Secara harafiah, nama Sasando berasal dari Ucapan Merah, yaitu “Sasandu”, yang artinya “bergetar atau berbunyi”. Alat musik ini sering dimainkan untuk mengiringi lagu, puisi, tarian tradisional dan untuk menghibur keluarga yang berduka.Saat ini, sasando terkenal dan ditemukan tidak hanya  di kawasan Pulau Merah, tetapi juga di daerah lain di Nusa Tenggara Timur, seperti Kupang dan daerah lainnya.

Bentuk dan Material

Jika dicermati, alat musik ini memiliki bentuk yang unik yang membedakannya dengan alat musik petik lainnya. Terbuat dari bambu, kayu, paku penyangga, tali dan daun lontar. Di bagian utama terdapat rotan bambu panjang khusus. Bagian atas dan bawah bambu dilengkapi dengan tempatnya sendiri untuk mengatur dan memasang tegangan senar.Biasanya ada jalan (peredam) di tengah bambu, di mana senar-senar tersebut dikencangkan.Jalur ini menyesuaikan tangga nada dan menciptakan nada yang berbeda pada setiap senar. Sedangkan wadah  resonansi berupa jalinan daun lontar sering disebut dengan haik. Ada alasan khusus memilih daun lontar sebagai unsur sasando. Lontar merupakan jenis tumbuhan yang paling mudah ditemukan di pulau ini. Rote begitu sering dipilih oleh masyarakat sebagai bahan pembuatan sejumlah produk budaya lokal antara lain Ti’i Langga dan Sasando.

Jenis

Seperti alat musik lainnya, alat musik ini tampaknya memiliki jenis yang berbeda. Menurut perkembangannya, ada dua jenis sasando, yaitu tradisional dan elektrik. Tradisional adalah bentuk  asli dari sasando dan dimainkan tanpa alat elektronik. Sedangkan sasando elektrik adalah jenis yang dapat dimainkan dengan alat elektronik seperti amplifier atau akustik. Jenis elektrik biasanya dimainkan di panggung besar atau pertunjukan modern.Dilihat dari suaranya, sasando terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain knuckle, double, gong, dan biola sasando.Knuckle memiliki 28 senar; Ganda memiliki 56 atau 84 senar, sehingga memiliki lebih banyak jenis suara, sedangkan sasando gong adalah jenis yang memiliki suara hampir menyerupai suara gong, dilengkapi dengan  7 dan 11 senar, tidak seperti jenis lainnya, gong sasando memiliki Biola memiliki suara yang hampir sama dengan  biola dengan jumlah senar yang berbeda yaitu 30, 32 dan 36. Tentunya penggunaan masing-masing Tipenya

Nah itu dia, 3 Fakta Yang Menarik Tentang Alat Musik Sasando.

admin

Kembali ke atas