Driehausforohio

Laman Informasi Dunia Music

Beranda » 4 Alat Musik Tradisional Banten

4 Alat Musik Tradisional Banten

Banten adalah sebuah provinsi  di wilayah paling barat pulau Jawa, Indonesia. Sebelum pemekaran pada tahun 2000, Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, budaya daerah Banten juga menarik dengan kesenian dan  suku Baduy. yang tinggal di kawasan cagar alam. Budaya pegunungan Kendeng. Seperti kita ketahui, Banten  identik dengan sejarah perkembangan kebudayaan Islam di Indonesia dan juga menjadi saksi  kemegahan Islam di Nusantara. Sebagai kota pelabuhan, Banten memiliki budaya yang berbeda dengan luar negeri.Namun masyarakatnya tetap  kuat dan menjaga budaya Banten, misalnya alat musik yang masih eksis hingga saat ini.

Angklung Buhun

Angklung Buhun didefinisikan sebagai “Angklung Tua” dalam bahasa Indonesia. Karena alat musik ini sudah ada dan berkembang selama ratusan tahun. Dapat dikatakan bahwa angklung ini diperkirakan ada pada masa pembentukan masyarakat Baduy sekitar abad ke 16. Sehingga kesenian ini menjadi peninggalan masyarakat setempat untuk menjaga keberadaan masyarakat Baduy  yang sangat berarti. Alat musik tradisional Angklung Buhun ini hanya dimainkan pada acara-acara tertentu  atau  setahun sekali yaitu pada saat upacara Ngaseuk.Upacara Ngaseuk ini merupakan bagian dari upacara adat menanam padi. Meskipun demikian, angklung ini tetap dapat dipertunjukkan di luar ritual menanam padi, tetapi dengan aturan hanya mengaduk sampai masa perawatan padi (Ngubaran Pare atau lebih). tiga bulan dari penanaman padi). Setelah itu, semua alat musik tersebut tidak dapat dimainkan selama enam bulan ke depan dan tidak dapat dimainkan  lagi hingga musim tanam padi berikutnya. Angklung Buhun dibawakan oleh pria yang terdiri dari 9 pemain dan 2  pemain perkusi. atau anjing anjing.

Dogdog Lojor

Alat musik tradisional yang dimainkan dengan perkusi ini menghasilkan bunyi “Anjing…anjing…Suara itulah asal mula nama alat musik tradisional ini. Namun, kata “lojor” berarti menurut bentuknya yang panjangnya hampir 1 meter, terbuat dari  kayu berbentuk silinder memanjang.Sebuah lubang dibentuk di tengah, satu sisi ditutupi dengan selaput kulit kambing, kemudian kulit kambing diregangkan dengan mengikatnya dengan  tali  kulit bambu untuk menghasilkan suara yang dapat dikenali. awal perkembangan dogdog lojor dari Kabupaten Lebak, sisi selatan Banten. Alat musik ini digunakan sebagai pengiring dalam ritual adat masyarakat setempat. Ritme tersebut dibawakan oleh berbagai musisi dalam suasana  gembira, yang dimaknai sebagai  rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.  

Lisung / Bendrong Lesung

Alat tradisional ini digunakan dalam pengolahan beras atau gabah menjadi beras. Lempengan tersebut terbuat dari  kayu seperti perahu  kecil dengan  panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm. Fungsi dari mortar itu sendiri adalah untuk memisahkan  gabah sekam dari gabah. Beras. Dan aslinya lesung itu hanya sebuah wadah cekung yang terbuat dari kayu besar yang bagian tengahnya dicopot. Beras atau gabah yang akan diolah dimasukkan ke dalam lubang  kemudian dipukul dengan palu atau tongkat kayu yang tebal.Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga beras terlepas dari sekamnya.Kesenian tradisional banten ini hanya dipentaskan pada acara-acara tertentu  seperti hajatan, khitanan atau hajatan pasca panen.

Kendang / Gendang Banten

Alat musik tradisional yang termasuk dalam klasifikasi alat musik perkusi ini terbuat dari kayu dengan membran membran. Cara memainkannya dengan memukul. Seperti yang kita lihat, gendang memiliki ukuran yang berbeda-beda, terutama yang kecil yang disebut rebana. Gendang besar disebut redap, dan gendang besar disebut gendang.Baca Juga: Alat Musik Jawa Timur Dalam budaya Banten, gendang dimainkan sebagai pengiring pertunjukan silat. Alat musik ini juga umum di  provinsi Jawa Barat dan Banten.

Inilah Alat Musik Tradisional Banten yang bisa menambah wawasan anda. Mari kita berharap mereka berguna!

admin

Kembali ke atas